Jika Saya Menjadi Presiden (Part 4)
Didukung oleh itungan yang simple tapi tidak asal-asalan
Setiap kota yang akan saya bangun ini, akan langsung berdampak setelah di tahun ke 3 seluruh infrastrukturnya selesai.
Sebagai contoh, bandara kertajati, dan bandara YIA.
Sampai saat ini pemerintah tidak akan bisa menghitung BEP dan dampak ekonomisnya apabila nilai investasi tersebut dipaksa untuk dihitung dengan cara orang yang niatnya bukan cuan.
Sebagai teknokrat engineer finance yang memiliki dampak sosial tinggi apabila menjadi presiden, saya tentu saja tidak mau nyeburin duit yang tidak jelas kapan BEP dan lain2 nya itu.
Untuk itu, kota yang saya bangun pun harus cukup dananya sampe "operational" Kota itu benar - benar bisa mendatangkan pariwisata dan bisa menyumbang balik investasi yang udah di gelontorkan pemerintah.
Contohnya aja kita ambil satu titik kordinat di ujung selatan Papua ada kota Merauke. Memiliki garis pantai selatan yang sangat panjang.
Daerah sini akan saya bangun super kawasan yang bukan hanya sawit dan pertanian seperti yang pemerintah lakukan. Sebelum memetakan infra apa saja yang diperlukan, saya cek dulu kebutuhan pariwisata seperti apa yang diperlukan sebuah kawasan sampai bisa dikenal dan didatangi oleh masyarakat dunia.
Seperti di Bab sebelumnya yang menyebutkan sebuah kawasan pariwisata yang super modern, dilengkapi dengan puluhan resort mewah, casino, rumah sakit, tempat konser vvip, bandara internasional kelas dunia, pelabuhan logistik dan kapal pesiar.
Kawasan ini selain sudah dibangun oleh raja kalimantan sebagai perpanjangan logistik pertanian, kawasan pariwisatanya juga akan saya bangun,.
Dengan investasi yang kurang lebih memakan dana 4000 Triliun, di tahun ke 3 infra itu jadi, maka saya sudah langsung mendapatkan wisatawan yang perdana akan datang.
Saya tread ini seperti sebuah project bikin kawasan hotel ataupun theme park yang lengkap dengan casino dan hotelnya.
Ditahun project itu selesai, saya akan forecest berapa penerbangan yang akan landing, berapa wisatawan leisure yang akan menikmati sports water, berapa yang akan liburan keluarga, dan berapa yang akan datang untuk main ke casino saja seperti di vegas maupun macau.
Sehingga dari angka angka tadi, statistik yang saya akan hitung akan langsung konversi menjadi uang.
Konversi tersebut akan terlihat di pendapatan daerah, peningkatan konsumsi, dan jumlah kredit yang tumbuh di kawasan tersebut.
Sehingga dari Rp 4000 T yang saya investasikan itu, dalam 6 tahun harus sudah BEP. Uang nya balik ke Negara dalam bentuk Pajak penerimaan, pendapatan BUMN dan BUMD kawasan, serta pendapatan non pajak seperti kendaraan dll.
Apakah bisa? pasti bisa
dengan alam seindah Indonesia, spot-spot mahal tersebut akan saya "ekspolitasi" habis -habisan menjadi income pariwisata.
Bali yang dibiarkan secara organik memerlukan 30 tahun untuk tumbuh seperti sekarang ini, sebelum dahulu dibesarkan oleh Presiden Soekarno.
Dengan percepatan pembangunan, ketelitian investasi, perhitungan yang matang, pelaku pelaku kreatif, dan AI yang sangat mempermudah pekerjaan. Perkembangan tersebut akan jauh menjadi lebih singkat menjadi dibawah 10 tahun
Tidak ada komentar: