Jika Saya Jadi Presiden (Part 3)
Sebagai orang keuangan yang cukup banyak menghitung projection bisnis, saya melihat setiap kota "buatan" seperti Dubai, Qatar, aja bisa menjadi mesin uang peradaban sebuah bangsa.
Apalagi kota yang memang sudah ada sejarahnya,
Di Indonesia Sendiri banyak sekali kota yang potensial menjadi pusat-pusat kebudayaan seperti di Jepang.
Pertama ke Jepang orang mungkin baru akan visit ke Tokyo, Osaka, dan Kyoto.
Tapi, apabila kita bicara Jepang saat ini, kota2 kecilnya pun sudah memiliki kuliner khas yang mampu orang datang setidak-tidaknya oneday trip.
Bahkan di kota - kota yang lebih maju lagi , sudah disediakan tempat tinggal yang memadai.
Diantaranya bangunan tua yang di convert jadi hotel. Apartemen warga yang juga akhirnya melayani wisatawan, dan juga mulai ada villa baru yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan pariwisata daerah tersebut.
Sehingga program saya ini adalah, trigger dari pemerintah pusat untuk memajukan budaya masing-masing daerah untuk bisa maju dan mandiri.
Mulainya darimana ?
Dananya darimana ?
Siapa saja pelakunya ? dan bagaimana perputaran dananya?
Tentusaja khayalan ini bukan semata2 asbun dan tidak ada dasar pemikirannya.
Khayalan saya ini hanya butuh sosok kuat yang bisa eksekusi di lapangan bagaimana ritme yang harus dieksekusi, agar perintah dan arahan pemerintah pusat, sejalan dengan apa yang terjadi di lapangan.
Memang sosok yang kita dambakan itu mungkin adalah khayalan. Tapi semua prinsip, semua wacana, semua pemikiran tersebut tentu saja bukan lah khayalan, melainkan kumpulan konsep matang yang sudah pernah dieksekusi sebelumnya, dan relative berhasil.
Kota- kota dalam batch pertama yang saya akan garap adalah :
Madiun, Solo, Banyuwangi, Probolinggo, Gianyar
Beberapa konsep kuat yang didasari oleh masyarakat yang baik dan berkesinambungan.