Jika Saya Jadi Presiden (Part 5)
Berandai andai Jawa Barat
Bandara kertajati dibuat bukan tanpa perhitungan. Luas total Jawa Barat yang sekitar 35.000 km2, adalah provinsi yang terpadat di Indonesia. Dengan total penduduk sekitar 50 juta penduduk, Jawa Barat tidak bisa dibiarkan menjadi autopilot berkembang tanpa sentuhan pemerintah pusat secara fokus.
Contohnya Bandara Kertajati, dengan lokasinnya yang sudah diperhitungkan sedemikian rupa, untuk menjangkau kota kota besar di Jawa Barat.
Jaraknya juga tergolong strategis, dekat dengan Cirebon, Bandung, Purwakarta, Subang, Majalengka dll
Dominasi bandara Soekarno Hatta yang saat ini menopang 3 provinsi, memang masih cukup mumpuni, ditambah dengan pekembangan perkembangan yang juga dilakukan Bandara Soekarno Hatta 10-15 tahun terakhir.
Ditambahnya runway 3, ditambahnya jalur Taxi Barat dan Timur. direnovasi terminal 1 dan 2, untuk memaksimalkan kapasitas bandara agar dapat menopang penduduk sejumlah mungkin hampir 100 juta. Dimana Banten 12 Juta jiwa, Jabodetabek 30 Juta Jiwa, dan Jawa Barat yang 50 Juta.
Dengan demikian, bandara Kertajadi setidaknya bisa menopang sekitar 20% dari loadnya Soekarno Hatta.
Bagi saya ini bukan hanya titik awal perkembangan Jawa Barat menjadi super provinsi. Tapi ini adalah mimpi besar Indonesia untuk memiliki kawasan yang terintegrasi dan sangat fokus pada pariwisata yang sustain dan maju.
Dengan pemetaan baru di era saya jadi Presiden, Saya akan bikin Kereta regular yang lopping di daerah Jawa Barat ini.
Looping tersebut adalah, Garut, Bandung, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon, Kuningan, Banjar, Pangandaran, Tasikmalaya, Garut dan kembali ke Bandung
Area ini akan ditopang oleh toll, jalur kereta regular double track, dan juga infrastruktur lainnya seperti listrik pembangkit, jalur telekomunikasi fiber dan tower, serta distribusi air bersih yang cukup.
Bandara Kertajati ini adalah titik center dimana jantung Jawabarat bekerja.
Penerbangan international akan saya buka seluas luasnya dari berbagai benua.
Emirates, Qatar, Etihad, Qantas, Ana, Jal, Singapore Airlines, Air Asia
Semua akan saya bebaskan bea parkir bandara dan keringan perizinan terbang.
Dari semua daerah ini, akan ada spesialisasi masing masing daerah yang menjadi penopang pendapatan daerah tersebut.
Untuk daerah Lembang sampai Subang, akan saya bangun themepark besar, sekelas Disney ataupun Universal Studios.
Akan ada themepark yang mengalahkan Shanghai.. Disneynya lebih besar, lebih canggih, lebih AI, dan lebih modern.
Themepark ini juga ditopang oleh udara sejuknya Lembang, sehingga bukan hanya kawasan pariwisata yang dingin dan nyaman, tapi juga ditambah dengan modernisasi infrastruktur yang hebat dan efisien.
Setelah kawasan pariwisata gundung yang sejuk dan damai di daerah Subang sampai Lembang, selanjutnya saya akan buka kawasan pariwisata exclusive di daerah Pamanukan hingga Indramayu.
1/2 nya akan saya bangun kawasan pariwisata pantai di sisi utara, dengan sport water, dan hotel resort bintang 5, dan setengahnya lagi saya akan jadikan kawasan port klang seperti di Singapur.
Harus ada pelabuhan sekelas pelabuhan di Singapur yang teknologi loding unloadingnya terbaik di dunia.
Pelabuhan ini menjadi dasar distrisibusi industri di semua area Jawa Barat. Sehingga area Jawa Barat, independent dari pelabuhan Tanjung Priuk, dimana pabrik-pabrik tersebut menjadi sangat tidak efisien karena pelabuhan Tj Priok menjadi pelabuhan yang masih sangat jauh dari rantai pasok industri di area Jawa Barat.
Terakhir, Cirebon, Kuningan, Banjar, Pangandaran, Tasikmalaya, Garut,
Saya akan menjadikan area ini menjadi pusat kebudayaan .
Tetap akan ditopang oleh pariwisata,
Pariwisata kebudayaan, agama, kuliner dan sebagainya.
Sehingga UMKM di daerah ini akan maju sendiri autopilot karena pergerakan pariwisata di deerah Utara yang sudah saya bangun.
Untuk nilai investasi di Jawa Barat ini akan saya gelontorkan 9000 T, dengan asumsi BEP di 9 tahun.
Selain BEP, masalah-masalah Jawa Barat yang selama ini menjadi momok pengangguran, pelacuran, dan masalah kemasyaratan lainnya, akan selesai dalam waktu kurang dari 4 tahun saya menjabat.