Catatan Harian Umroh 2026, Boeing 777 (Day 2)
Hari ini tanggal 9 Maret 2026
Saya udah stay di hotel bandara terminal 3. Nama hotelnya Anara. Bagus. Tidak seperti hotel transit. Lebih seperti hotel full service yang lengkap dengan kolam renang dan ball room.
Hotel ini tidak lebih murah dari hotel - hotel sekelasnya di Jakarta. Tapi yang paling istimewa, diseberang hotel ini ada masjid yang proper untuk sampai bisa solat Jumat. Letaknya cuma selemparan batu dari hotel ini. Terlihat dari jendela kamar. Letak Masjidnya ada di lantai paling atas parkiran terminal 3 (sisi utara).
Karena kumpulnya nanti pukul 12.00 di terminal 2F. Habis sahur dan solat subuh di masjid, saya tidur lagi. Persiapan energy untuk penerbangan 10 jam nanti.
Tidak lupa pula, hari ini masih hari Senin, kegiatan di kantor mungkin masih banyak, beberapa hal harus saya bereskan saat itu juga via whatsapp . Semoga seminggu kedepan tidak ada hal hal rumit yang harus saya kerjakan agar ibadah menjadi tenang dan damai. Aamiin.
Menuju jam 12.00, saya bergegas ke terminal 2F. Naik skytrain, dari Terminal 3 ke Terminal 2.
Terlihat rombongan Bandung sudah sampai di 2F. Jam 12 kurang. Pas saya sampai di 2F, terlihat sudah banyak yang berkumpul dari group MIW. Lengkap dengan atribut dan koper yang seragam, juga terlihat team handling yang sigap menyambut koper saya. Memberikan nametag, memberikan tambahan atribut seperti pita dll.
Setelah drop koper dan paspor, kamipun disuruh bergegas solat zuhur, sekalian dengan ja ma' dengan ashar. Agar tidak terbebani untuk solat di atas pesawat.
Pesawat kali ini, Garuda PK - GII. Livery Skyteam nya Garuda. B777. 300 ER.
Saya udah pernah naik pesawat ini waktu dari Jakarta ke Bali. Sudah cukup tua tapi masih terawat. Sisa - sisa peninggalan kejayaan Emirsyah satar.
Memang menurut saya, CEO Garuda belum ada yang sesukes Emir, membawa Garuda terbang tinggi ke angkasa. Emirnya memang sudah tidak ada, tapi sisa peninggalannya masih terkenang bahkan sampai lebih 10 tahun lengsernya Emir pada tahun 2014.
Penerbangan menuju Jeddah ini disebutkan memakan waktu 9 jam 50 menit . Mungkin karena arah angin ke arah barat. Jadi Air speed dan Groun speednya selisih. Disitu yang menyebabkan total waktu penerbangan menjadi lebih lama 50 menit.
Penerbangan ini juga menuju ke arah Barat, pesawat mengejar Matahari, Maghribnya yang harusnya datang 2 jam lagi, menjadi menjadi 4 jam. karena kecepatan pesawat rata2 1/2 dari kecepatan bumi berputar.
Menurut Chat GPT, kalau kecepatan pesawat 900 km/jam, kecepatan bumi berputar sekitar 1700 km/jam.
Sehingga, kami baru buka puasa sekitar pukul 22.00 waktu Jakarta. Letaknya kira2 tepat di atas India daratan lewat dikit. Pilot langsung yang mengumumkan. Ada pula rekaman adzan yang proper dari speaker pusatnya pesawat.
Khitmat sekali karena bonus tambahan waktu puasa dari Allah.
Bukanya juga nikmat, diketinggian 36.000 Kaki. Dengan menu ala Garuda. Ayam atau Daging? Tanya pramugari ramah.
Desertnya juga lengkap, juga ada cemilan cemilannya. Juga kopi kopi nya. Lengkap.
Masih seperti Garuda yang kita tau. Full Service, makanan enak khas nusantara. Bravo Garuda.
Tidak ada komentar: